Trip Seru Kota Bandung Paris Van Java (Tempat-Tempat Pemandangan Bagus di Bandung)


NB:         Ambo = Saya
                Angku = Anda
                Sejak ambo duduk di bangku SMA ambo telah memasuki sebuah organisasi pecinta alam yang juga menjadi motivasi ambo untuk bermimpi mengelilingi Indonesia, negeri yang indah ini, nah karena ambo kuliah di Yogyakarta, ambo rasa sudah menjadi modal untuk mewujudkan impian itu, karena memang ambo akui banyak info yang bisa didapatkan di pulau pusat pemerintahan Indonesia ini yaitu pulau jawa.
            Mumpung ini hari libur jadi banyak para pecinta travelling sudah mengatur jadwal mereka untuk berpergian, termasuk juga ambo, namun tidak setiap hal yang direncanakan itu menjadi kenyataan karena keadaan nyata itu terkadang berbeda, sama halnya dengan apa yang ambo alami, setelah memiliki perencanaan yang lumayan matang dijauh-jauh hari, namun sial sekali karena rencana itu batal karena beberapa alasan. Sebenarnya ambo dan teman-teman ingin travelling ke Lombok, ya namun karena kurang beruntung mimpi untuk ke lombak menjadi tertunda, oleh karena itu ambo kembali menyusun jadwal, dan akhirnya ambo memilih untuk pulang saja ke kota kelahiran yaitu Kota Padang namun terlebih dahulu mengunjungi Kota Paris Van Java yaitu Bandung.
            Perjalanan ambo dimulai dengan mencari cara untuk menuju Bandung dari Kota Yogyakarta, ambo memilih opsi yaitu naik kereta api atau bus, dan setelah mengecek harga tiket kereta api di salah satu mini market yang bekerjasama dengan pihak terkait, ambo tidak dapat menemukan harga tiket yang sesuai. Bahkan untuk kereta Ekonomi AC pun, ambo mendapatkan harga yang cukup mahal yaitu 170K, dan setelah menanyakan ke salah satu teman, akhirnya ambo mendapatkan info yang cukup penting, yaitu belilah tiket kereta api itu langsung ke stasiun nya, bagi angku-angku yang masih belum mengerti cara nya simak tips berikut.
            Pergilah ke stasiun dimana angku ingin berangkat dan temui atau masuk lah ke dalam ruangan Customer Service, setelah itu tanyakan kepada operator nya, Berapa harga tiket kereta api dari stasiun kepergian dan stasiun tujuan angku pada tanggal yang telah angku tentukann, Nah jika belum juga mendapatkan harga yang cocok berarti kereta yang bertarif murah telah penuh oleh penumpang lain, maka dari itu pesan lah atau carilah info mengenai tiket angku jauh-jauh hari. Biasa nya jadwal keberangkatan kereta antar provinsi atau antar kota itu memiliki jadwal keberangkatan Pagi, siang dan malam. Pilihlah waktu yang cocok buat angku.
            Nah mungkin memang keberuntungan ambo karena bisa mendapatkan harga yang cocok walaupun ambo menanyakan info tiket itu sehari sebelum keberangkatan dengan harga 90k. Keberangkatan dari Yogyakarta menuju Bandung dari Stasiun Lempuyangan menuju stasiun Kiara Condong, berangkat dari jam setengah 2 dan menyentuh stasiun kiara condong pada jam setengah 11 sekitar 9 jam. Sesampainya disana ambo di jemput oleh teman dekat yang sudah lama tidak ketemu, bersyukur banget punya temen kaya dia dah, dan karena dia ambo jadi bisa mengunjungi beberapa tempat di Bandung.Beginilah suasana sekitar tempat ambo menginap.







            Perjalanan saya dimulai dari Buah Batu tempat ambo menginap menuju pasar cibaduyut yang merupakan pusat grosir sepatu handmade di Bandung, dengan misi mencari sepatu trecking murah tapi berkualitas, dan baru saja ambo masuk ke area pasar itu, ambo sudah langsung menemukan toko yang bisa menyediakan pilihan-pilihan terbaik sepatu trecking yang sedang ambo cari.


            Ambo sangat senang karena tidak perlu melihat-lihat di toko-toko lain karena apa yang di tawarkan ditoko ini sangatlah murah tetapi tetap berkualitas dibandingkan dengan sepatu yang telah memiliki brand atau merk ternama. Bagi angku yang mencintai produk asli Indonesia, ambo sarankan untuk berkunjung ke pasar Cibaduyut ini. Harga sepatu trecking ini hanya 250 ribu, jika di bandingkan dengan yang telah memiliki brand ternama bisa mencapi 350 ribu ke atas.
            Setelah berbelanja di pasar duyut ambo melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi Toko Eiger untuk membeli baju outdoor yang telah lama ambo idam-idamkan.

            Meskipun ambo harus rela melepaskan duit seharga 225 ribu, ambo tetap senang karena akhirnya bisa membawa pulang baju ini ke rumah hehehe. Ada yang unik dari toko eiger, untuk mengetahui keunikan nya baca aritkel ini.
            Setelah itu ambo pergi ke salah satu bukit bernama bukit punclut , bukit ini sangat indah karena seperti bukit yang ada di film teletubies, dan dari bukit ini kita bisa melihat kota bandung dalam bentuk kotak-kotak kecil. Untuk lebih jelas nya baca disini.



            Ambo menikmati makan siang dengan pemandangan yang sangat indah serta udara yang sangat sejuk, dengan modal 30 ribu ambo sudah bisa makan dengan ayam goreng dan teh panas manis dan teh tawar/pahit. Untuk mengetahui keunikan Rumah Makan ini lihat ini.

            Setelah menjelang sore ambo memutuskan untuk kembali ke tempat ambo menginap karena cuaca yang berubah menjadi mendung alias nyaris hujan. Perjalanan selanjutnya ambo pergi berenang di salah satu kolam renang yang ada di sekitar daerah jati nangor. Berangkat jam 8 pagi membuat badan kedinginan karena udara disana sangat sejuk. Kolam Renang nya lumayan bersih serta di lengkapi bangku penonton, sepertinya kolam ini juga di gunakan untuk perlombaan tingkat kota semacamnya.





(Yadika Swimming Pool)
            Setelah berenang sekitar jam 11 siang, ambo kembali ke tempat ambo menginap untuk packing barang karena ambo akan ke depok dahulu semalam untuk beristirahat sebelum keesekan hari nya ambo pulang ke Padang. Dengan menaiki bus MGI langsung menuju margonda hanya membayar 55 ribu untuk sampai ke depok atau tepatnya Mahali tempat dimana kontrakan salah satu senior ambo, dan ambo akan menginap disana.
            Hal itu mengakhiri petualangan ambo selama di Bandung, dan ambo akan terus berpetualang hingga mimpi ambo untuk bisa keliling Indonesia tercapai,Amin.


Terimakasih Reza Mardesia atas bantuannya.

TRIP GUNUNG DEMPO PALEMBANG SUMATERA SELATAN OLEH SISPALA SMAN 2 PADANG

KEINDAHAN ALAM MOUNT DEMPO SUMATERA SELATAN TEMPO DOELOE OLEH SISPALA SMA N 2 PADANG TAHUN 1997

Sispala SMAN 2 Padang adalah sebuah organisasi berasaskan kekeluargaan yang menjadi bagian dari ekskul SMAN 2 Padang, lahir tanggal 31 Januari 1982, oleh karena itu telah banyak kegiatan-kegiatan alam yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang organisasi kami, salah satu nya pendakian gunung Dempo di Palembang Sumatera Selatan.
Gunung Dempo (3159 mdpl) terletak di perbatasan provinsi Sumatera Selatan dan provinsi Bengkulu tepatnya di kota dingin penghasil kopi robusta yang terkenal enak, yaitu Kota Pagaralam. Mengunjungi Gunung Dempo ini terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagaralam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari Palembang atau ibukota Provinsi Sumatera Selatan.
Kota Pagaralam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi oleh pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Gunung ini sangat indah menjulang tegak menggapai langit nan biru apabila dilihat pada pagi hari.
Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 8 km dari terminal. Di pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau.Jalur menuju ke puncak gunung inipun sudah sangat jelas dan bahkan di hari-hari biasa pun banyak orang desa yang sengaja naik ke puncak baik itu untuk mencari kayu ataupun sekedar berhiking.
Meski gunung ini cukup tinggi, tetapi air jernih yang ada terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini sehingga para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama perjalanan. Sebuah sungai kecil yang jernih, mengalir di perbatasan hutan pertanda kita mulai memasuki daerah hutan yang ditumbuhi dengan tumbuhan yang mirip seperti yang kita dapati di gunung Gede-Pangrango, yaitu hutan montana. Jalan setapak penuh dengan akar-akar yang melintang, kemiringan lereng sendiri cukup curam untuk memeras keringat. Tidak ada tanda-tanda khusus, keadaan hutan ini hampir homogen dan sangat hening.
Empat atau lima jam kemudian, kita akan memasuki daerah dengan vegetasi tumbuhan berpohon rendah dan semakin rendah, beberapa daerah agak terbuka, pandangan pun menjadi luas. Gunung Dempo memiliki dua puncak yang satunya bernama Puncak Api. Menjelang puncak pertama Dempo yang merupakan dataran masif, Puncak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah mirip perdu. Dari puncak pertama ini kita turun kembali ke lembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Dilembah ini terdapat sebuah sumber mata air mengalir di sini. Hanya airnya yang jernih ini sedikit kecut rasanya, mungkin pengaruh rembesan belerang.

Pendakian kepuncak utama tidak terlalu sulit. Lerengnya terdiri dari kerikil dan batu-batu dengan kemitingan lereng sekitar 40°, cukup stabil untuk didaki. Puncak utama gunung Dempo (3158 m), Merupakan kawah gunung berapi yang masih bergejolak dengan diameter sekitar seratus meter persegi. Dinding kawah cukup terjal dan tidak mungkin bisa dituruni tanpa batuan tali temali. Pemandangan dari puncak cukup mengasyikan. Selain kawah yang memberikan kesan khusus, tampak juga terhamparan provinsi Bengkulu dengan Lautan Hindia dengan hamparan lembah yang sunyi dan hening. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam. Bila kemalaman anda bisa menginap di Dusun IV, dengan terlebih dahulu minta izin kepala keamanan di sana.


BERIKUT ADALAH FOTO-FOTO DOKUMENTASI OLEH SISPALA SMAN 2 PADANG TAHUN 1997 :











Longmarch By Sispala SMA N 2 Padang

“Dinginnya malam takkan terasa dengan hangatnya kebersamaan, Di tengah kegelapan malam kami berjalan menuju satu tujuan”


            Malam yang dingin memang, tapi apakah ada yang lebih mengasyikkan dari pada berkumpul bersama-sama di depan api unggun dan saling bercengkrama di bandingkan di rumah sendirian. Inilah salah satu kegiatan dari Sispala SMA N 2 Padang, dimana angkatan ke XXX nya menjadi anggota yang dibimbing oleh senior dan alumni.
            Seperti biasa, acara di mulai dengan berkumpul terlebih dahulu di sekolah kami, disana kita semua bersiap-siap dengan mengumpulkan barang bawaan kami dan yang terpenting adalah apa yang kami bawa sesuai dengan perintah dari senior dan alumni, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Setelah di periksa kami bergegas untuk melengkapi perlengkapan yang belum ada.
            Kami memulai perjalanan ini dari Lubuak Silasiah sampai ke danau kembar. Perjalanan akan dimulai pada pukul 00:00 tepat, di tengah malam itulah kami akan berjalan secara berkolompok yang telah di bagi (kelompok hanya terdiri dari anggota dan simpatisan) sedangkan Alumni dan Senior akan mengiringi dan membimbing kami ketika diperjalanan. Perjalanan jauh di tengah malam ini di sebut LongMarch, kegiatan ini juga menjadi salah satu kegiatan rutin yang wajib diikuti oleh calon anggota baru.
            Kegiatan ini selain melatih fisik para peserta juga untuk lebih mengenalkan kepada calon anggota arti dari kekeluargaan yang dimiliki oleh organisasi ini dan agar mereka saling mengenal satu sama lain dan saling mengenal terhadap senior juga alumni. Untuk mencapai tujuan awal, kami menyewa sebuah bus kota, dan ada beberapa senior dan alumni membawa kendaraan sendiri. Di dalam bus ini pun kami sudah sangat merasakan adanya kedekatan satu sama lain.


            Kedekatan ini lah yang kami rasakan, kebersamaan yang ingin sekali di ulang beberapa kali. Mungkin banyak yang mengatakan untuk apa kami melakukan ini semua, mungkin banyak yang mengatakan ini hanyalah membuang waktu, mendingan belajar di rumah karena mengingat saat itu kami masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Ambo katakan dengan tegas, jika ada yang berpikiran seperti itu, Angku salah besar.
            “tujuan hidup adalah bahagia di dunia dan di akhirat”. Lalu untuk apa alasan kami untuk ikut melakukan hal ini, ya jawabannya adalah karena kami ingin bahagia, manusia adalah makhluk sosial, begitulah setiap buku mengatakan arti dari manusia, lalu mengapa kami harus berdiam diri di rumah dan tidak bergabung dengan orang-orang yang ingin merasakan kebebasan yang ada di alam semesta ini. Belajar memang penting, tapi apakah ilmu hanya ada di dalam kelas dan di dalam buku? , tidak! Ilmu itu ada dimana-mana , alam adalah ilmu pengetahuan.
            Hidup adalah perjalanan dan perjalanan adalah bagian dari hidup manusia, oleh karena itulah tengah malam pun tak jadi rintangan untuk terus berjalan, karena “keheningan malam di alam liar itu bagaikan sebuah rangkaian melody yang sangat indah”. Alam dapat menyatukan perbedaan, banyak orang yang berasal dari kultur yang berbeda bisa bersatu saat mereka tengah berkemah di puncak gunung misalnya, itu membuktikan di alam liar kita bukanlah siapa-siapa, kita hanya manusia yang tidak bisa melihat di tengah malam yang gelap, itu akan menyadarkan diri kita bahwa kita tidak boleh sombong sehebat apa kita diantara manusia lainnya.
            Hal itulah yang coba kami cari, yang coba kami buktikan. Ayo teruslah Berpetualangan Para Pecinta Alam . LESTARI !
Dokumentasi acara :



























- Copyright © My Travel And SISPALA SMANDU Story - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -